Lonjakan Roda Dua Warnai Arus Balik Lebaran 2026 di Bakauheni
Puncak arus balik sepeda motor terjadi pada H+3 Lebaran dengan pengamanan dan jalur khusus dari kepolisian.--
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Pergerakan kendaraan roda dua menjadi elemen paling menonjol dalam arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Bakauheni.
Data Operasi OKK 2026 mencatat sebanyak 88.318 unit sepeda motor menyeberang selama periode H-10 hingga H+7, menjadikan arus R2 sebagai indikator utama kepadatan penyeberangan.
Sejak awal periode mudik, volume kendaraan roda dua memperlihatkan tren peningkatan yang konsisten. Pada H-10 atau 11 Maret 2026, jumlahnya masih berada di angka ratusan unit.
Namun mendekati Hari Raya Idulfitri, pergerakan terus menguat hingga mencapai hampir seribu unit per hari. Puncak arus mudik terjadi beberapa hari sebelum Lebaran, lalu sempat melandai saat memasuki Hari H.
BACA JUGA:Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Bakauheni Tembus 1,1 Juta Penumpang
Memasuki 21 Maret 2026, arus kendaraan roda dua mulai menunjukkan pergeseran pola. Jumlah penyeberangan meningkat, menandai berakhirnya fase mudik dan dimulainya arus balik secara bertahap.
Tekanan terbesar justru terjadi pada masa arus balik. Sehari setelah Lebaran, lonjakan kendaraan roda dua melonjak drastis hingga ribuan unit.
Peningkatan tersebut terus berlanjut dan mencapai titik tertinggi pada H+3, saat puluhan ribu sepeda motor memadati jalur menuju pelabuhan.
Setelah puncak arus balik terlewati, volume kendaraan mulai berkurang secara perlahan. Meski demikian, kepadatan masih terpantau tinggi hingga akhir periode H+7, menandakan arus balik berlangsung lebih panjang dibandingkan arus mudik.
BACA JUGA:Komnas PA Desak Percepatan Pemindahan Siswa SMA Siger
Kepala Bagian Operasi Polres Lampung Selatan, Kompol Deprison, menegaskan bahwa dominasi kendaraan roda dua telah diantisipasi melalui strategi pengelolaan lalu lintas yang terukur.
“Kendaraan roda dua menjadi yang paling dominan, terutama saat arus balik. Kami telah menyiapkan jalur khusus, buffer zone, serta pengaturan bertahap agar tidak terjadi penumpukan di pelabuhan,” ujarnya.
Menurutnya, karakter pemudik sepeda motor yang bergerak dalam jumlah besar dan memiliki fleksibilitas tinggi menuntut pendekatan pengamanan yang lebih detail dibandingkan jenis kendaraan lainnya.
Sebagai bagian dari peningkatan layanan, petugas juga menyediakan jalur khusus bagi pemudik roda dua yang membawa balita.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
