Ramadan
Pelantikan Kajari

Pencarian Nelayan Hilang di Pesisir Barat Masuki Hari Ketiga, Tim SAR Gabungan Perluas Area Penyisiran

Pencarian Nelayan Hilang di Pesisir Barat Masuki Hari Ketiga, Tim SAR Gabungan Perluas Area Penyisiran

Tim SAR Gabungan masih terus melakukan pencarian korban tenggelam dengan memperluas area pencarian. foto -- dok.--

PESBAR, MEDIALAMPUNG.CO.ID – Upaya pencarian terhadap nelayan yang diduga tenggelam di perairan Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, memasuki hari ketiga pada Rabu (11 Maret 2026). Tim SAR gabungan memperluas area pencarian dengan membagi lokasi penyisiran menjadi dua sektor.

Nelayan yang dilaporkan hilang tersebut diketahui bernama Reza Ependi (43), warga Pekon Persiapan Cukuh Bunjak, Kecamatan Pesisir Selatan. Hingga hari ketiga pencarian, korban masih belum ditemukan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pesisir Barat, Roby Arfan, mengatakan pada Rabu pagi pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan terkait strategi lanjutan pencarian.

“Hasil koordinasi pagi ini pukul 06.30 WIB, tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian dengan pembagian sektor serta penyesuaian armada di lapangan,” kata Roby Arfan.

BACA JUGA:Mantan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona Jalani Sidang Perdana Kasus Korupsi SPAM

Ia menjelaskan, pada awalnya terdapat lima unit perahu jukung yang disiapkan untuk menyisir area pencarian menuju arah Tambling hingga Pulau Betuah. Namun, setelah dilakukan evaluasi di lapangan, jumlah armada disesuaikan menjadi tiga unit jukung yang dioperasikan oleh tim gabungan.

“Armada tersebut melibatkan personel Basarnas sebanyak lima orang bersama masyarakat untuk melakukan penyisiran di laut,” jelasnya.

Selain itu, BPBD Pesisir Barat juga mengerahkan satu unit jukung dengan melibatkan tiga anggota Satgas Laut yang bekerja bersama Basarnas dan masyarakat setempat.

“Dalam operasi hari ketiga ini, tim SAR gabungan membagi wilayah pencarian menjadi dua sektor utama,” katanya.

BACA JUGA:BULOG Lampung Pastikan Stok Beras 177 Ribu Ton, Aman hingga Akhir Tahun

Lanjutnya, sektor pertama atau area merah menjadi tanggung jawab BPBD bersama Basarnas serta masyarakat dengan cakupan area pencarian sekitar 20 kilometer di perairan sekitar lokasi kejadian. Sementara itu, area kuning difokuskan untuk penyisiran yang dilakukan oleh Basarnas bersama masyarakat.

“Tim SAR gabungan terdiri dari Basarnas, BPBD Pesisir Barat, TNI, Polri, serta masyarakat yang turut membantu proses pencarian di lapangan,” jelasnya.

Sebelumnya, korban diketahui berangkat melaut seorang diri pada Senin (9 Maret 2026) sekitar pukul 04.00 WIB untuk mencari ikan, seperti aktivitasnya sehari-hari.

Keberadaan korban mulai menjadi perhatian sekitar pukul 11.00 WIB saat seorang nelayan melihat perahu milik korban berada di tengah laut dengan mesin masih menyala, namun tanpa awak.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: