Pemkab Lampung Barat Gandeng Pertamina Gelar OP LPG 3 Kilogram
Antisipasi Kelangkaan, Pemkab Lampung Barat Bersama PT Pertamina Mengadakan Operasi Pasar LPG 3 Kilogram, Jumat 6 Maret 2026 - Foto Dok--
LAMBAR, MEDIALAMPUNG.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Lampung Barat bersama PT Pertamina menggelar operasi pasar (OP) gas elpiji 3 kilogram bersubsidi sebagai langkah menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman Lamban Pancasila, kompleks Pemkab Lampung Barat, dan mendapat antusiasme dari warga, khususnya masyarakat Kecamatan Balikbukit.
Operasi pasar ini digelar untuk mengantisipasi potensi kelangkaan LPG 3 kilogram pada bulan suci Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Pada periode tersebut, kebutuhan masyarakat terhadap gas bersubsidi biasanya meningkat cukup signifikan.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskopdag) Lampung Barat, Heriyanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari permohonan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat kepada PT Pertamina Patra Niaga terkait penambahan kuota LPG 3 kilogram.
Menurutnya, pemerintah daerah sebelumnya telah mengirimkan surat resmi kepada pihak Pertamina guna mengajukan tambahan pasokan LPG bersubsidi. Surat permohonan tersebut bernomor 510/85/III.19/II/2026 yang diterbitkan pada 26 Februari 2026.
BACA JUGA:Tertib Bayar Listrik, Dishub Lampung Barat Dapat Apresiasi dari PLN
“Alhamdulillah, permohonan tersebut mendapat respons positif dari pihak Pertamina. Salah satu bentuk realisasinya adalah dengan dilaksanakannya operasi pasar LPG 3 kilogram untuk masyarakat,” ujar Heriyanto mendampingi Kepala Diskopdag Safaruddin, Jumat (6/3/2026).
Dalam kegiatan tersebut, disediakan sebanyak 360 tabung LPG 3 kilogram yang diperuntukkan bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Balikbukit. Operasi pasar ini diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan gas bersubsidi dengan harga yang sesuai ketentuan pemerintah.
Heriyanto menambahkan, langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap meningkatnya kebutuhan LPG di masyarakat, khususnya menjelang Ramadan dan Idulfitri. Pada masa tersebut, konsumsi LPG cenderung meningkat karena aktivitas memasak di rumah tangga bertambah.
Selain itu, peningkatan permintaan juga datang dari sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama pelaku usaha kuliner yang banyak memproduksi makanan dan minuman selama bulan Ramadan.
BACA JUGA:DPRD Bandar Lampung Selidiki Dugaan Penimbunan Sungai Way Garuntang
“Biasanya saat Ramadan banyak pelaku UMKM yang memproduksi makanan untuk berbuka puasa maupun sahur. Hal ini tentu berdampak pada meningkatnya kebutuhan LPG sebagai bahan bakar utama untuk memasak,” jelasnya.
Melihat kondisi tersebut, pemerintah daerah berupaya melakukan langkah antisipatif agar pasokan LPG di masyarakat tetap tersedia dan tidak menimbulkan kelangkaan di pasaran.
Operasi pasar ini juga menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga LPG bersubsidi. Dengan adanya tambahan pasokan langsung kepada masyarakat, diharapkan tidak terjadi lonjakan harga yang tidak wajar di tingkat pengecer.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga ingin memastikan bahwa LPG 3 kilogram yang merupakan barang bersubsidi benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat yang berhak, terutama kalangan rumah tangga kurang mampu dan pelaku usaha kecil.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
