Menaklukkan Tebing dengan Aman: Sensasi Via Ferrata di Gunung Parang

Menaklukkan Tebing dengan Aman: Sensasi Via Ferrata di Gunung Parang

Gunung Parang / foto --- instagram @indrasutantoo--

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Keinginan untuk merasakan sensasi memanjat tebing alami kerap muncul saat melihat para pemanjat beraksi di dinding batu yang curam. 

Aktivitas tersebut tampak menantang sekaligus memacu adrenalin, namun tidak semua orang memiliki keberanian maupun kesiapan fisik untuk mencobanya secara konvensional. 

Keterbatasan tersebut sering kali menjadi penghalang bagi banyak orang yang ingin menikmati pengalaman ekstrem di alam terbuka.

Harapan untuk merasakan pengalaman tersebut akhirnya muncul melalui sebuah informasi yang ditemukan secara tidak sengaja di media sosial. 

BACA JUGA:Serune Kale: Alat Musik Aceh Penjaga Budaya Nusantara

Sebuah poster promosi memperkenalkan kegiatan pendakian di Gunung Parang menggunakan metode via ferrata, yang kemudian menarik perhatian untuk ditelusuri lebih lanjut. 

Metode ini menawarkan cara alternatif bagi masyarakat umum untuk merasakan sensasi memanjat tebing tanpa harus memiliki kemampuan teknis layaknya pendaki profesional.

Istilah via ferrata sendiri berasal dari bahasa Italia yang berarti “jalan besi”. Konsep ini merujuk pada teknik memanjat tebing dengan bantuan rangkaian besi berupa tangga, pijakan, serta kabel pengaman yang dipasang permanen di dinding batu. 

Dengan adanya fasilitas tersebut, aktivitas memanjat menjadi lebih aman dan terarah karena para peserta dapat berpegangan serta mengaitkan perlengkapan keselamatan secara langsung pada struktur besi yang tersedia.

BACA JUGA:Teuku Giovino Isi Ramadan dengan Perjalanan Spiritual ke Tanah Suci

Secara historis, via ferrata memiliki akar dari kebutuhan militer di Italia pada masa Perang Dunia I. Saat itu, pasukan Italia harus melintasi kawasan pegunungan terjal di wilayah Dolomites. 

Untuk mempermudah mobilitas pasukan, dibangunlah jalur besi yang memungkinkan perjalanan melintasi tebing dengan lebih aman. 

Seiring berjalannya waktu, konsep tersebut berkembang menjadi aktivitas wisata petualangan yang kini dapat dinikmati di berbagai belahan dunia.

Saat ini, jalur via ferrata dapat ditemukan di sejumlah kawasan pegunungan terkenal, seperti Himalaya, Alpen, hingga Asia Tenggara, termasuk di Indonesia. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: