Teuku Giovino Isi Ramadan dengan Perjalanan Spiritual ke Tanah Suci

Teuku Giovino Isi Ramadan dengan Perjalanan Spiritual ke Tanah Suci

Teuku Giovino, siswa SD asal Lampung Barat, jalani umrah 30 hari di Makkah saat Ramadan-Foto Dok-

LAMBAR, MEDIALAMPUNG.CO.ID — Bulan suci Ramadan tahun ini menjadi babak istimewa dalam perjalanan hidup Teuku Giovino.

Di usia yang masih duduk di bangku kelas 5 SD Negeri 1 Sukapura, bocah asal Lampung Barat itu berkesempatan menjejakkan kaki di Makkah dan menyaksikan langsung kemegahan Ka'bah di pelataran Masjidil Haram.

Langkah kecilnya menuju pusat kiblat umat Islam dunia menjadi simbol bahwa usia bukanlah batas untuk meraih pengalaman spiritual yang agung.

Putra pasangan Teuku Wahyu dan Eva Saripah itu memanfaatkan momentum Ramadan dengan menunaikan ibadah umrah selama 30 hari, didampingi kedua orang tua serta rombongan travel.

BACA JUGA:Rahasia Wajah Cerah Alami dari Olahraga Rutin

Perjalanan religi ini bukan sekadar wisata ke Tanah Suci. Lebih dari itu, umrah Ramadan menjadi proses pembelajaran batin yang sarat makna.

Giovino yang sehari-hari aktif belajar dan bermain bersama teman sebayanya, mendadak berada di tengah lautan jamaah dari berbagai penjuru dunia, menyatu dalam lantunan talbiyah yang menggema.

“Saya sangat senang dan terharu bisa melihat Ka’bah secara langsung. Selama ini hanya lihat di buku dan dari cerita guru. Rasanya berbeda sekali ketika berdiri di depannya,” ujar Giovino dengan mata berbinar sebelum kembali ke Lampung Barat.

Suasana haru menyelimuti dirinya saat pertama kali memasuki Masjidil Haram. Denting doa, gema takbir, serta arus manusia yang tak pernah surut menghadirkan kesan mendalam. Bocah itu bahkan mengaku sempat terdiam ketika pandangannya tertuju pada Ka’bah.

BACA JUGA:Pemkot dan Polisi Perketat Pengawasan Ramadan, Satgas Gabungan Disiagakan

“Waktu pertama kali melihat Ka’bah, saya sempat diam. Rasanya seperti mimpi,” tambahnya polos.

Sang ayah, Teuku Wahyu, menilai perjalanan umrah di bulan Ramadan sebagai bagian penting dari pendidikan karakter anak.

Menurutnya, pengalaman spiritual sejak dini dapat membentuk fondasi akhlak yang kokoh.

“Kami ingin memberikan pengalaman spiritual yang kuat bagi Giovino. Semoga ini menjadi bekal dalam membentuk akhlaknya, agar tumbuh menjadi anak yang religius, rendah hati, dan selalu bersyukur,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait