KKN ITERA Hadirkan Peta Digital untuk Pembangunan Tiyuh Mulya Kencana

KKN ITERA Hadirkan Peta Digital untuk Pembangunan Tiyuh Mulya Kencana

Inovasi KKN ITERA hadirkan transparansi data sarana prasarana tiyuh-Foto Dok-

LAMBAR, MEDIALAMPUNG.CO.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pendidikan dan Pelatihan Masyarakat (KKN-PPM) Kelompok 64 Institut Teknologi Sumatera (ITERA) Periode ke-16 resmi meluncurkan peta digital sarana dan prasarana Tiyuh Mulya Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Rabu (4 Februari 2026). 

Inovasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat basis data desa sekaligus mendukung perencanaan pembangunan berbasis informasi yang terstruktur dan akurat.

Mahasiswi KKN, Dhiya Ulhaq Kamilah, Sabtu (14 Februari 2026) mengatakan program tersebut merupakan salah satu kerja unggulan mahasiswa dalam menghadirkan luaran yang aplikatif dan berkelanjutan bagi pemerintah tiyuh. 

“Program ini menjadi salah satu kerja unggulan mahasiswa dalam memperkuat basis data desa sekaligus mendukung perencanaan pembangunan berbasis informasi yang terstruktur dan akurat,” ujarnya.

BACA JUGA:Kejuaraan Tinju Amatir 2026 Resmi Digelar, Ajang Pembinaan Atlet Muda Lampung

Peta digital yang disusun memuat gambaran menyeluruh mengenai sebaran fasilitas umum di Tiyuh Mulya Kencana. 

Data yang ditampilkan meliputi sarana pendidikan, layanan kesehatan, tempat ibadah, jaringan jalan, hingga berbagai fasilitas penunjang aktivitas masyarakat lainnya. 

Seluruh informasi dirancang dalam format visual yang sistematis sehingga memudahkan aparatur tiyuh memahami kondisi wilayah secara cepat dan komprehensif.

Keberadaan peta tersebut dinilai strategis bagi Pemerintah Tiyuh Mulya Kencana dalam menyusun program pembangunan yang lebih terarah. 

BACA JUGA:Pemkot Bandar Lampung Perkuat Promosi Wisata, Kawasan Pesisir Disiapkan Jadi Destinasi Baru

Dengan visualisasi data yang jelas dan terintegrasi, pemerintah dapat menentukan skala prioritas pembangunan, mendorong pemerataan fasilitas, serta mengambil kebijakan sesuai kebutuhan riil masyarakat di lapangan. 

Pemanfaatan peta digital desa ini juga diharapkan dapat meminimalkan tumpang tindih program serta meningkatkan efektivitas anggaran pembangunan.

Selain menjadi rujukan bagi pemerintah tiyuh, peta digital ini juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. 

Warga kini dapat mengakses gambaran potensi wilayah serta ketersediaan fasilitas di lingkungan mereka. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: