Freelance Muncul sebagai Alternatif Kerja di Tengah Ketidakpastian

Freelance Muncul sebagai Alternatif Kerja di Tengah Ketidakpastian

Fleksibel, adaptif, dan mandiri, freelance muncul sebagai jawaban di era kerja tak pasti.--

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Ketidakpastian ekonomi, perubahan teknologi, dan pergeseran pola kerja membuat dunia kerja tidak lagi berjalan di jalur yang sama seperti satu dekade lalu. Kepastian yang dulu melekat pada pekerjaan tetap kini mulai goyah.

Di tengah kondisi itu, freelance perlahan muncul bukan sekadar pilihan sampingan, melainkan alternatif kerja yang semakin rasional.

Bagi sebagian orang, freelance bukan lagi simbol ketidakstabilan, melainkan cara baru untuk bertahan sekaligus beradaptasi dengan perubahan zaman.

Pemutusan hubungan kerja, kontrak jangka pendek, hingga restrukturisasi perusahaan menjadi fenomena yang kian sering terjadi.

BACA JUGA:Freelance Berkembang Tanpa Perlindungan Negara

Status karyawan tetap yang dulu dianggap aman, kini tidak sepenuhnya menjamin keberlangsungan hidup jangka panjang.

Situasi ini mendorong banyak pekerja untuk mencari model kerja yang lebih fleksibel. Freelance menawarkan peluang untuk tidak bergantung pada satu institusi atau satu sumber penghasilan saja. Ketika satu pintu tertutup, masih ada pintu lain yang bisa diketuk.

Salah satu daya tarik utama freelance adalah fleksibilitas. Pekerja memiliki kendali lebih besar atas waktu, lokasi, dan jenis pekerjaan yang dijalani. Fleksibilitas ini menjadi penting di tengah dunia yang bergerak cepat dan penuh ketidakpastian.

Bagi sebagian pekerja, fleksibilitas bukan soal kenyamanan semata, melainkan strategi bertahan.

BACA JUGA:Lapangan Kerja Seret, Pekerja Muda Beralih ke Freelance

Dengan mengatur ritme kerja sendiri, freelance memungkinkan seseorang menyesuaikan diri dengan perubahan pasar tanpa harus menunggu kebijakan perusahaan.

Freelance sering dikaitkan dengan risiko pendapatan tidak menentu. Namun dalam konteks hari ini, risiko itu justru berubah bentuk.

Ketergantungan pada satu pekerjaan tetap juga mengandung risiko besar ketika kondisi ekonomi memburuk.

Dalam kerja freelance, risiko tersebar. Penghasilan mungkin fluktuatif, tetapi tidak sepenuhnya bergantung pada satu pihak.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: