Marak Link Saldo DANA Gratis Rp1 Juta, Masyarakat Diminta Waspada Modus Penipuan Digital

Marak Link Saldo DANA Gratis Rp1 Juta, Masyarakat Diminta Waspada Modus Penipuan Digital

Viral link DANA gratis di medsos berpotensi jadi jebakan penipuan--

MEDIALAMPUNG.CO.ID – Jagat media sosial kembali diramaikan oleh klaim beredarnya link saldo DANA gratis dengan nominal menggiurkan, mulai dari ratusan ribu rupiah hingga mencapai Rp1 juta.

Informasi tersebut menyebar luas melalui berbagai platform, seperti WhatsApp, Facebook, Telegram, hingga kolom komentar media sosial, sehingga memancing rasa penasaran banyak warganet.

Fenomena ini membuat sebagian masyarakat berlomba-lomba mencari tautan yang diklaim dapat memberikan saldo instan ke akun dompet digital mereka.

Tidak sedikit yang berharap bisa memperoleh tambahan dana di tengah kondisi ekonomi yang menuntut efisiensi dan kecermatan dalam mengelola keuangan sehari-hari.

BACA JUGA:KUR BRI 2026 Pinjaman Rp 50 Juta, Ini Simulasi Cicilan Bulanan hingga 5 Tahun

Namun di balik antusiasme tersebut, para pengguna dompet digital diimbau untuk tidak gegabah.

Pakar keamanan siber dan pemerhati literasi digital mengingatkan bahwa tren berburu saldo gratis kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk menjalankan aksi penipuan berbasis digital.

BACA JUGA:Persita Tangerang Vs Bhayangkara Presisi, Duel Awal Paruh Kedua Liga

Celah Penipuan di Balik Iming-Iming Saldo Gratis

Dalam beberapa tahun terakhir, modus penipuan online semakin berkembang dan kian canggih. Salah satu cara yang sering digunakan adalah menyebarkan tautan palsu yang menyerupai link resmi layanan keuangan digital.

Ketika korban mengklik tautan tersebut, mereka berisiko kehilangan data pribadi, akses akun, bahkan saldo yang tersimpan di dompet digital.

Kasus pembobolan akun umumnya terjadi karena korban tanpa sadar memasukkan kode OTP, PIN, atau informasi sensitif lainnya ke dalam situs tiruan.

Padahal, pihak penyedia layanan keuangan digital tidak pernah meminta data rahasia pengguna melalui tautan eksternal atau pesan pribadi.

“Penawaran hadiah dengan batas waktu singkat dan bahasa yang mendesak merupakan ciri klasik penipuan digital,” ujar seorang pemerhati keamanan digital. Ia menambahkan bahwa masyarakat perlu membiasakan diri untuk memverifikasi setiap informasi sebelum mempercayainya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: