Perkuat Desa Penyangga, WCS dan TNBBS Bentuk Satgas Penanganan Konflik Satwa Liar
WCS bersama Resort TNBBS Balik Bukit dan Pemerintah Pekon Padangcahya melakukan sosialisasi kolaborasi pendampingan desa penyangga serta rencana pengelolaan lingkungan dan sosial-Foto Dok-
LAMBAR, MEDIALAMPUNG.CO.ID – Upaya memperkuat pengelolaan lingkungan sekaligus meminimalkan konflik antara satwa liar dan manusia di kawasan penyangga Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) terus dilakukan secara kolaboratif.
Komitmen tersebut terlihat dalam kegiatan sosialisasi kolaborasi pendampingan desa penyangga serta rencana pengelolaan lingkungan dan sosial yang digelar di Pekon Padangcahya, Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat.
Kegiatan ini melibatkan Wildlife Conservation Society (WCS) bersama Balai Besar TNBBS melalui Resort Balik Bukit.
Fokus utama yang dibahas adalah pembentukan satuan tugas khusus penanganan konflik satwa liar dan manusia di wilayah desa penyangga yang berbatasan langsung dengan kawasan konservasi.
BACA JUGA:Penyusunan APBP 2026 Dipercepat, Dana Desa Tahap I Lampung Barat Ditarget Cair Februari
Sebagai salah satu pekon yang berada di sekitar hutan TNBBS, Padangcahya dinilai memiliki tingkat kerawanan konflik satwa liar yang cukup tinggi. Kondisi tersebut menuntut adanya penanganan yang lebih sistematis dan berkelanjutan.
Melalui program pendampingan ini, masyarakat didorong untuk terlibat aktif dalam upaya pencegahan, mitigasi, hingga penanganan konflik satwa liar, tanpa mengabaikan aspek pelestarian lingkungan.
Peratin Padangcahya, Muzarni, menyampaikan bahwa program ini menjadi langkah strategis bagi masyarakat pekon dalam menghadapi persoalan konflik satwa liar yang selama ini kerap terjadi, terutama yang berdampak pada sektor pertanian.
Ia menilai pembentukan satgas penanganan konflik akan memberikan kepastian peran dan koordinasi di tingkat pekon. Selain itu, program ini juga disinergikan dengan upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penanaman kopi.
BACA JUGA:Rapat Perizinan Digelar Tertutup, DPRD dan DPMPTSP Bungkam
Dalam mendukung program tersebut, WCS akan memberikan bantuan benih kopi sebagai bagian dari strategi pengelolaan kawasan penyangga.
Penguatan ekonomi masyarakat melalui pertanian berkelanjutan diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap kawasan hutan, sekaligus menekan potensi konflik dengan satwa liar yang habitatnya berdekatan dengan lahan garapan warga.
Sementara itu, Kepala Resort TNBBS Liwa, Supriatna, menegaskan bahwa keterlibatan desa penyangga merupakan kunci utama dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan konservasi dan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, konflik satwa liar tidak dapat diselesaikan hanya dengan pendekatan penegakan hukum, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas pihak yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
