Aurelie Moeremans Masa Bodoh Roby Tremonti Diolok-olok Usai Klarifikasi
Aurelie Moeremans Masa Bodoh Roby Tremonti Diolok-olok.- Foto Istimewa--
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Setelah buku memoarnya yang berjudul Broken Strings menjadi viral dan ramai diperbincangkan di media sosial, Aurelie Moeremans memberikan klarifikasi untuk menenangkan kegelisahan publik.
Aktris sekaligus penulis ini menyoroti bagaimana sebagian warganet mulai menyeret nama orang-orang tertentu, termasuk Roby Tremonti, ke dalam perbincangan terkait karakter fiktif dalam bukunya.
Aurelie menekankan bahwa tujuan utama penulisan Broken Strings adalah untuk menceritakan pengalaman pribadi, perjalanan penyembuhan, dan proses menghadapi luka batin, bukan untuk menargetkan atau menyerang siapapun.
Ia meminta masyarakat agar tidak mengaitkan karakter dalam bukunya dengan individu nyata secara langsung dan menghentikan segala bentuk perundungan yang mungkin muncul akibat kesalahpahaman.
BACA JUGA:Mengenal Lapis Masura, Kue Khas Madura dengan Filosofi Kehidupan
Menurut Aurelie, banyak asumsi publik tentang sosok-sosok di bukunya telah melenceng dari maksud awal penulisan.
Buku ini dibuat untuk berbagi pengalaman pribadi dengan jujur, sehingga pembaca dapat memahami sisi emosional dari cerita tersebut, bukan untuk mencari identitas orang tertentu atau menghakimi pihak mana pun.
Ia juga mengaku merasa tidak nyaman melihat komentar warganet yang bersifat menuduh atau menyerang individu tertentu.
Fenomena ini menjadi jelas ketika Roby Tremonti dikaitkan sebagai inspirasi dari karakter ‘Bobby’ dalam buku tersebut.
BACA JUGA:Sepatu Hiking Favorit Pendaki Gunung, Ini Pilihan dan Harganya
Nama Roby menjadi bahan olok-olok di media sosial, namun Aurelie memilih bersikap santai.
Ia menekankan bahwa jika ada orang yang merasa dirinya terkait dengan salah satu karakter, hal itu menjadi urusan individu tersebut.
Warganet bebas berspekulasi, tetapi menyerang atau membully bukanlah sikap yang dibenarkan.
Lebih jauh, Aurelie menjelaskan bahwa Broken Strings bertujuan untuk membuka kesadaran dan memberikan perspektif tentang bagaimana seseorang menghadapi trauma, rasa sakit, dan proses penyembuhan diri.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
