Museum Seni Islam dan Tari Turki, Warisan Budaya Sarat Makna
Museum Seni Islam mencerminkan kekayaan budaya, spiritualitas, dan sejarah peradaban Turki-Foto Pixabay.com-
MEDIALAMPUNG.CO.ID — Turki merupakan negara yang menyimpan warisan budaya luar biasa hasil pertemuan peradaban Timur dan Barat.
Letaknya yang strategis di antara Asia dan Eropa menjadikan Turki sebagai pusat pertukaran budaya, agama, dan seni selama berabad-abad.
Di antara kekayaan tersebut, Museum Seni Islam dan tradisi tari Turki, khususnya tari Sufi atau Whirling Dervishes, menjadi simbol penting yang merepresentasikan kedalaman spiritual dan keindahan estetika bangsa Turki.
BACA JUGA:RSUD Alimuddin Umar Terima Penghargaan BPJS Kesehatan atas Komitmen Integrasi Layanan Digital
Museum Seni Islam: Penjaga Warisan Peradaban
Museum Seni Islam di Turki, yang paling terkenal berada di Istanbul, menjadi salah satu pusat dokumentasi dan pelestarian seni Islam terbesar di dunia.
Museum ini menyimpan ribuan koleksi berharga yang berasal dari berbagai periode kekuasaan Islam, mulai dari Dinasti Umayyah, Abbasiyah, Seljuk, hingga Kesultanan Utsmaniyah.
Koleksi yang dipamerkan mencerminkan luasnya cakupan seni Islam, tidak hanya terbatas pada karya religius, tetapi juga seni terapan dan budaya sehari-hari.
BACA JUGA:Simulasi Cicilan KUR BRI 2026 Plafon Rp30 Juta, Angsuran Ringan Jadi Andalan UMKM
Pengunjung dapat menemukan manuskrip Al-Qur’an kuno, kaligrafi indah, keramik berhias motif geometris, tekstil sutra, karpet Turki klasik, hingga peralatan logam berukir halus.
Setiap benda tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga menyimpan cerita sejarah dan makna filosofis yang mendalam.
Kaligrafi menjadi salah satu daya tarik utama museum ini. Dalam tradisi Islam, seni menulis ayat-ayat suci berkembang sebagai bentuk ekspresi spiritual.
Guratan huruf Arab yang indah mencerminkan keharmonisan antara seni dan keimanan.
Selain itu, koleksi karpet Turki menampilkan teknik tenun tingkat tinggi yang diwariskan secara turun-temurun, menjadikannya simbol kemewahan sekaligus identitas budaya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




