Sepanjang 2025, Kasus DBD di Bandar Lampung Tercatat 417 Tanpa Kematian

Sepanjang 2025, Kasus DBD di Bandar Lampung Tercatat 417 Tanpa Kematian

Sepanjang 2025, Kasus DBD di Bandar Lampung Tercatat 417 Tanpa Kematian--

Medialampung.co.id - Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Kesehatan Bandar Lampung melaporkan bahwa jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) selama tahun 2025 mencapai 417 kasus. Dari ratusan kasus tersebut, tidak tercatat adanya korban meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi A. Temanggung, menyampaikan bahwa lonjakan kasus DBD paling tinggi terjadi pada awal tahun, tepatnya Januari 2025.

“Kasus tertinggi terjadi pada Januari dengan 58 kasus. Setelah itu, angkanya cenderung menurun hingga penghujung tahun,” kata Muhtadi, Selasa 13  Januari 2026.

Ia merinci, pada Februari tercatat 57 kasus, kemudian Maret 49 kasus, April 46 kasus, dan Mei 42 kasus. Tren penurunan berlanjut pada Juni dengan 31 kasus serta Juli sebanyak 26 kasus.

BACA JUGA:Harga Kebutuhan Pokok dan Daging di Bandar Lampung Terpantau Stabil Pasca Nataru

Memasuki Agustus, jumlah kasus sedikit meningkat menjadi 28 kasus, lalu kembali turun pada September dan Oktober yang masing-masing mencatat 20 kasus. Pada November terdapat 28 kasus, sementara Desember menjadi bulan dengan jumlah kasus terendah, yakni hanya 9 kasus.

Muhtadi menegaskan, selama periode Januari hingga Desember 2025, seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Bandar Lampung telah menangani pasien DBD dengan cepat dan sesuai prosedur.

“Total kasus sepanjang tahun sebanyak 417, dan alhamdulillah tidak ada kematian. Dengan demikian angka fatality rate DBD di Bandar Lampung tahun 2025 adalah nol persen,” tegasnya.

Meski capaian tersebut dinilai positif, Dinas Kesehatan tetap mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah. Terlebih, kondisi cuaca dengan curah hujan tinggi berpotensi meningkatkan perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

BACA JUGA:Dugaan Pemotongan Dana BOK, Dinkes Dorong Transparansi Puskesmas

“Kami menghimbau masyarakat tetap waspada dan konsisten menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, terutama di musim hujan seperti sekarang,” tutup Muhtadi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait