Malino Highlands, Keindahan Alam Pegunungan Sulawesi Selatan

Malino Highlands, Keindahan Alam Pegunungan Sulawesi Selatan

Pemandangan Alam di Malino Highlands / Foto --- instagram @visit_sulsel--

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Sulawesi kerap dikenal luas melalui kekayaan wisata baharinya yang memukau, mulai dari laut biru hingga keanekaragaman bawah air yang mendunia. 

Namun, di balik popularitas pesisirnya, pulau ini juga menyimpan kawasan pegunungan yang menawarkan panorama alam tak kalah memesona.

Salah satu destinasi yang merepresentasikan pesona tersebut adalah Malino Highlands, kawasan wisata dataran tinggi yang terletak di Kelurahan Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dan kini semakin menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara.

Malino berjarak sekitar 90 kilometer dari Kota Makassar dan dapat ditempuh dalam waktu dua hingga tiga jam perjalanan darat. 

BACA JUGA:Wakapolres Lampung Barat Berganti, Pemkab Tekankan Sinergi Jaga Kamtibmas

Akses menuju kawasan ini menghadirkan pengalaman tersendiri karena sepanjang perjalanan pengunjung akan melewati bentang alam yang beragam. 

Hamparan sawah, aliran Sungai Jene’berang, Bendungan Bili-Bili, hingga siluet pegunungan yang menjulang menjadi pemandangan yang memanjakan mata sekaligus memberi kesan transisi perlahan dari hiruk-pikuk perkotaan menuju suasana alam yang lebih tenang.

Secara geografis, Malino berada di kawasan pegunungan dengan kontur alam yang khas. Perpaduan bukit batu gamping, hutan pinus, serta vegetasi tropis menciptakan lanskap hijau yang mendominasi hampir seluruh wilayah. 

Kondisi tanah yang subur menjadikan Malino sebagai salah satu sentra pertanian dataran tinggi, penghasil berbagai jenis sayuran dan buah-buahan. 

BACA JUGA:Joanna Alexandra Resmi Dilamar Immanuel Christover

Sebagian besar hasil bumi tersebut berasal dari lereng Gunung Bawakaraeng, gunung yang oleh sebagian masyarakat setempat masih dipandang memiliki nilai sakral dan historis.

Dari sisi iklim, Malino menawarkan udara sejuk yang menjadi daya tarik utama. Suhu udara di kawasan ini, khususnya saat musim hujan, berkisar antara 10 hingga 26 derajat Celsius. 

Kondisi tersebut menghadirkan suasana dingin yang menyegarkan, meskipun pengunjung perlu meningkatkan kewaspadaan ketika berkendara. 

Kabut kerap turun secara tiba-tiba, terutama pada pagi dan sore hari, sehingga jarak pandang bisa berkurang secara signifikan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: