Adat Pernikahan Turki: Perpaduan Tradisi, Keluarga, dan Makna Sakral

Adat Pernikahan Turki: Perpaduan Tradisi, Keluarga, dan Makna Sakral

Tradisi pernikahan Turki memadukan upacara sakral, nilai sosial, dan pesta meriah penuh kebahagiaan-Foto Freepik.com-

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Adat pernikahan Turki merupakan salah satu tradisi budaya yang kaya makna dan penuh simbol. Pernikahan tidak hanya dipandang sebagai penyatuan dua individu, tetapi juga sebagai ikatan dua keluarga besar. 

Oleh karena itu, setiap tahap dalam prosesi pernikahan dirancang dengan penuh perhatian, sarat nilai sejarah, emosi, serta harapan akan kehidupan rumah tangga yang bahagia dan harmonis.

Salah satu ciri utama pernikahan Turki adalah keterlibatan keluarga dan masyarakat sekitar. Sejak awal proses lamaran hingga pesta pernikahan, hubungan kekeluargaan menjadi pusat dari seluruh rangkaian acara. 

Hal ini mencerminkan nilai sosial masyarakat Turki yang menjunjung tinggi kebersamaan dan solidaritas.

BACA JUGA:Korupsi SPAM Pesawaran: Nanda Indira Kembali Diperiksa Kejati Bersama Mantan Kadis PUPR Zainal Fikri

Lamaran dan Pertunangan (Söz dan Nişan)

Tahap awal pernikahan di Turki dimulai dengan söz, yaitu acara lamaran resmi. Dalam tradisi ini, keluarga calon pengantin pria datang ke rumah calon pengantin wanita untuk menyampaikan niat menikah. Jika lamaran diterima, maka akan dilanjutkan dengan nişan atau pertunangan.

Pada acara pertunangan, cincin dikenakan pada kedua calon mempelai dan biasanya diikat dengan pita merah sebagai simbol ikatan yang kuat. 

Pita tersebut kemudian dipotong oleh anggota keluarga yang dihormati, menandakan restu dan persetujuan dari kedua belah pihak.

BACA JUGA:Keindahan Karpet Turki, Seni Tradisional yang Sarat Makna dan Fungsi

Malam Henna (Kına Gecesi)

Salah satu tradisi paling ikonik dalam pernikahan Turki adalah kına gecesi atau malam henna. Acara ini biasanya diadakan satu atau dua hari sebelum pernikahan dan dikhususkan untuk pengantin wanita. Dalam suasana yang penuh warna, musik tradisional, dan tarian, malam henna menjadi momen emosional bagi calon pengantin.

Henna dioleskan pada telapak tangan pengantin wanita sebagai simbol keberuntungan, perlindungan, dan kesetiaan. Menurut kepercayaan, warna henna yang pekat melambangkan cinta dan pengorbanan yang tulus. 

Tak jarang, prosesi ini diiringi lagu-lagu tradisional bernuansa haru, membuat pengantin dan keluarga meneteskan air mata sebagai tanda perpisahan dengan masa lajang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: