Rentang Jarak Jadi Kendala, DPRD Nilai Kecamatan Batu Brak Perlu Miliki UPT Damkar

Rentang Jarak Jadi Kendala, DPRD Nilai Kecamatan Batu Brak Perlu Miliki UPT Damkar

Lambatnya respons pemadam akibat jarak jauh membuat DPRD nilai Batu Brak butuh pos damkar sendiri-Ilustrasi Gemini AI-

LAMBAR, MEDIALAMPUNG.CO.ID – Rentetan peristiwa kebakaran yang terjadi di Kecamatan Batu Brak, Kabupaten Lampung Barat, kembali membuka persoalan serius terkait keterbatasan layanan pemadam kebakaran. 

Jarak tempuh armada damkar dari UPT Balik Bukit maupun UPT Belalau dinilai menjadi faktor utama yang membuat penanganan kebakaran kerap terlambat dan berujung pada kerugian besar bagi warga.

Dalam beberapa kejadian terakhir, armada pemadam membutuhkan waktu sekitar 10 hingga 14 menit untuk tiba di lokasi kebakaran. 

Waktu tersebut dinilai sangat krusial, terutama di wilayah permukiman yang masih didominasi rumah panggung berbahan kayu, di mana api dapat dengan cepat membesar dan melahap seluruh bangunan.

BACA JUGA:Pemkot Bandar Lampung Tertibkan Bangunan Liar di Atas Drainase Demi Atasi Banjir

Peristiwa kebakaran di Pekon Canggu beberapa hari lalu menjadi sorotan. Saat armada damkar tiba di lokasi, satu unit rumah panggung sudah dalam kondisi ludes terbakar. 

Situasi serupa sebelumnya juga terjadi di Pekon Sukabumi, Kecamatan Batu Brak, yang mengakibatkan tiga rumah warga ludes dilalap api.

Kondisi ini memicu kekecewaan masyarakat yang kemudian ramai disuarakan melalui media sosial. 

Namun di sisi lain, masyarakat juga menyadari bahwa keterbatasan tersebut bukan kesalahan petugas pemadam kebakaran, melainkan persoalan jarak dan minimnya pos pelayanan di wilayah Batu Brak.

BACA JUGA:Pengelolaan GOR Siger Way Halim Belum Jelas Meski Bangunan Siap Digunakan

Anggota DPRD Lampung Barat, Herpin, menegaskan bahwa polemik ini tidak boleh terus berulang tanpa solusi konkret. 

Menurutnya, berbagai kejadian kebakaran yang terjadi seharusnya menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah daerah dalam memperkuat sistem penanggulangan kebakaran.

Herpin menyampaikan bahwa masyarakat Batu Brak telah berulang kali menyampaikan aspirasi agar wilayah tersebut memiliki UPT pemadam kebakaran sendiri. 

Meskipun hanya dilengkapi armada kecil, kehadiran pos damkar dinilai sangat penting untuk melakukan penanganan awal sebelum api membesar.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: