Bahaya Overdosis Obat yang Sering Diabaikan, Ini Cara Aman Mengatasinya

Bahaya Overdosis Obat yang Sering Diabaikan, Ini Cara Aman Mengatasinya

Overdosis obat merupakan kondisi serius yang tidak boleh dianggap sepele. - Foto freepik--

MEDIALAMPUNG.CO.IDOverdosis obat merupakan kondisi gawat darurat medis yang terjadi ketika seseorang mengonsumsi obat melebihi dosis yang dianjurkan.

Kondisi ini tidak hanya berkaitan dengan obat keras atau resep dokter, tetapi juga dapat dipicu oleh obat bebas, suplemen, hingga obat herbal yang dikonsumsi secara tidak tepat.

Tanpa penanganan cepat dan akurat, overdosis berisiko menimbulkan gangguan kesehatan serius hingga berujung fatal.

BACA JUGA:Okupansi Hotel Berbintang di Bandar Lampung Tinggi Selama Libur Nataru 2025/2026

Mengenal Overdosis Obat Secara Lebih Mendalam

Overdosis obat terjadi saat zat aktif dalam obat masuk ke tubuh dalam jumlah yang melampaui kemampuan sistem metabolisme untuk menetralisir dan mengeluarkannya.

Akibatnya, terjadi penumpukan zat berbahaya dalam aliran darah yang dapat mengganggu fungsi organ vital, seperti otak, jantung, paru-paru, hati, dan ginjal.

Risiko overdosis cenderung lebih tinggi pada anak-anak yang tidak sengaja menelan obat, lansia dengan metabolisme tubuh yang menurun, serta individu yang mengonsumsi beberapa jenis obat secara bersamaan tanpa pengawasan tenaga medis.

Faktor kondisi kesehatan tertentu juga dapat memperburuk dampak overdosis.

BACA JUGA:Tuntutan Hak Anak Dinilai Berlebihan, Anrez Adelio Tegaskan Siap Bertanggung Jawab

Penyebab Umum Terjadinya Overdosis

Overdosis obat dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari kesalahan dosis, konsumsi obat lebih sering dari yang dianjurkan, hingga penggunaan obat tanpa memahami aturan pakainya.

Interaksi obat yang berbahaya akibat pencampuran beberapa jenis obat juga menjadi penyebab yang sering diabaikan.

Kurangnya literasi kesehatan terkait efek samping dan cara kerja obat turut berkontribusi terhadap tingginya kasus overdosis, baik yang terjadi secara tidak disengaja maupun akibat kesalahan penggunaan jangka panjang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: