Be Genyol: Sajian Daging Cincang Khas Bali yang Kaya Rempah dan Tradisi

Be Genyol: Sajian Daging Cincang Khas Bali yang Kaya Rempah dan Tradisi

Be Genyol merupakan salah satu kuliner tradisional khas Bali yang berbahan dasar daging cincang kasar, biasanya menggunakan daging babi, meskipun dalam perkembangannya juga dikenal versi ayam atau daging sapi.--

MEDIALAMPUNG.CO.IDBe Genyol merupakan salah satu kuliner tradisional khas Bali yang berbahan dasar daging cincang kasar. Secara tradisional, hidangan ini menggunakan daging babi, meskipun dalam perkembangannya juga dikenal versi ayam maupun daging sapi sebagai alternatif. 

Istilah “genyol” dalam bahasa Bali merujuk pada tekstur daging yang tidak dihaluskan, melainkan dicincang kasar sehingga memberikan sensasi padat dan berserat saat dikunyah.

Hidangan ini dikenal luas sebagai masakan rumahan sekaligus sajian dalam berbagai upacara adat. 

Cita rasanya yang kuat, gurih, dan kaya rempah menjadikan Be Genyol sebagai representasi autentik kuliner Bali yang menonjolkan teknik memasak tradisional serta pemanfaatan bumbu lokal.

BACA JUGA:PAN Lampung Barat Bergejolak, 21 Pengurus Mundur

Ciri Khas Be Genyol

Keunikan Be Genyol terletak pada tekstur dagingnya yang tetap kasar. Berbeda dengan lawar atau sate lilit yang cenderung lebih halus, Be Genyol mempertahankan potongan daging yang lebih besar sehingga memberikan sensasi makan yang lebih “berisi”.

Selain itu, hidangan ini menggunakan base genep, yaitu bumbu lengkap khas Bali yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, ketumbar, lengkuas, jahe, kunyit, kencur, kemiri, cabai, dan terasi. Kombinasi bumbu tersebut menghasilkan rasa yang kompleks dan aroma yang kuat.

Aroma segar dari daun jeruk dan serai menjadi elemen penting yang menyeimbangkan rasa gurih daging dan kelapa. Cita rasa pedas gurih pun menjadi karakter dominan, meski tingkat kepedasan dapat disesuaikan dengan selera.

BACA JUGA:Wagub Jihan Serahkan SK 863 PPPK Paruh Waktu Ingatkan Nilai BerAKHLAK

Bahan Utama Be Genyol

Secara tradisional, Be Genyol dibuat dari daging babi yang dicincang kasar, namun ayam atau daging sapi kerap digunakan sebagai pengganti. Kelapa parut setengah tua menjadi bahan penting yang memberikan rasa gurih alami dan sedikit manis. 

Hidangan ini juga diperkaya dengan irisan daun jeruk, cincangan serai, minyak kelapa untuk menumis, serta garam dan gula aren secukupnya.

Penggunaan kelapa parut tidak hanya memperkaya rasa, tetapi juga membuat tekstur masakan lebih lembap dan menyatu dengan bumbu.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: