Jukut Ares: Sayur Tradisional Bali Berbahan Batang Pisang yang Kaya Makna
Jukut ares merupakan salah satu hidangan sayur tradisional khas Bali yang dibuat dari batang pisang muda (disebut ares)--
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Jukut ares merupakan salah satu hidangan sayur tradisional khas Bali yang diolah dari batang pisang muda atau yang dikenal dengan sebutan ares.
Dalam bahasa Bali, kata jukut berarti sayur, sedangkan ares merujuk pada bagian dalam batang pisang yang berwarna putih dan memiliki tekstur lembut setelah dimasak. Hidangan ini dikenal memiliki cita rasa gurih, sedikit pedas, dengan aroma rempah yang khas dan menggugah selera.
Jukut ares tidak hanya menjadi menu sehari-hari masyarakat Bali, tetapi juga memiliki peran penting dalam berbagai upacara adat dan keagamaan.
Keberadaannya mencerminkan hubungan erat antara kuliner, tradisi, dan filosofi hidup masyarakat Pulau Dewata.
BACA JUGA:Curug Balong Endah, Pesona Air Terjun Alami di Jantung Halimun Salak
Asal Usul dan Nilai Budaya
Sejak dahulu, masyarakat Bali dikenal memanfaatkan seluruh bagian tanaman pisang, mulai dari buah, daun, hingga batangnya. Jukut ares lahir dari filosofi kesederhanaan dan kearifan lokal, yakni memanfaatkan bahan alam sekitar secara maksimal tanpa menyisakan limbah.
Hidangan ini kerap disajikan dalam berbagai kegiatan adat dan sosial, seperti upacara keagamaan, tradisi gotong royong seperti mebat atau megibung, serta sebagai pendamping lauk daging babi, ayam, atau bebek.
Kehadiran jukut ares dalam berbagai momen tersebut mencerminkan nilai kebersamaan, kesederhanaan, dan rasa syukur yang dijunjung tinggi dalam budaya Bali.
BACA JUGA:KUR BRI Desember 2025 Jadi Andalan UMKM dengan Bunga Ringan
Bahan Utama dan Bumbu Khas
Ciri khas jukut ares terletak pada penggunaan bumbu base genep, yaitu bumbu lengkap khas Bali yang kaya akan rempah-rempah.
Batang pisang muda yang diiris tipis menjadi bahan utama, kemudian dimasak bersama santan sesuai selera dan tambahan daging seperti ayam, babi, atau bebek. Dalam versi tertentu, jukut ares juga dapat diolah tanpa daging sehingga cocok untuk menu vegetarian.
Perpaduan bawang merah, bawang putih, ketumbar, lengkuas, jahe, kunyit, kencur, cabai, terasi, serta daun salam menciptakan rasa gurih yang hangat dengan aroma rempah yang kuat dan khas Bali.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
