Haru dan Bahagia, 5.792 Tenaga Non-ASN Lampung Selatan Terima SK PPPK Paruh Waktu
Bupati Lampung Selatan serahkan SK ribuan PPPK Paruh Waktu-Foto dok.-
LAMSEL, MEDIALAMPUNG.CO.ID — Suasana penuh emosi mewarnai Lapangan Radin Inten, Kalianda, Rabu, 24 Desember 2025, ketika ribuan tenaga non-Aparatur Sipil Negara (ASN) akhirnya menerima kepastian status kerja yang telah lama dinanti.
Sebanyak 5.792 orang secara resmi memperoleh Surat Keputusan (SK) Bupati Lampung Selatan tentang pengangkatan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu, menandai babak baru setelah pengabdian panjang yang kerap dibayangi ketidakpastian.
Raut wajah penerima SK mencerminkan kelegaan yang sulit disembunyikan. Senyum merekah berpadu dengan air mata syukur, menjadi saksi bisu perjuangan belasan bahkan puluhan tahun.
Bagi mereka, momen ini bukan sekadar penyerahan dokumen administratif, melainkan simbol pengakuan negara atas loyalitas dan dedikasi yang selama ini dijalani dalam senyap.
BACA JUGA:Situs Megalitikum Goa Arak-arak: Jejak Sunyi Peradaban Kuno di Balik Tebing Bondowoso
Penyerahan SK dilakukan secara simbolis oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, didampingi Wakil Bupati M. Syaiful Anwar dan Sekretaris Daerah Kabupaten Supriyanto.
Prosesi tersebut turut disaksikan unsur Forkopimda, pejabat utama daerah, kepala perangkat daerah, serta para camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.
Kekompakan ribuan penerima SK tampak dari busana seragam kemeja putih dan celana hitam yang dikenakan.
Nuansa sakral semakin terasa dengan hadirnya aksesoris adat khas Lampung, seperti Tukus bagi laki-laki dan selendang tapis bagi perempuan, yang menjadi simbol identitas, kebersamaan, serta kebanggaan daerah.
BACA JUGA:Aturan Lengkap dan Syarat Terbaru Pengajuan KUR BRI 2025 bagi Pelaku UMKM
Dalam sambutannya, Bupati Radityo Egi Pratama memberikan apresiasi mendalam atas kesabaran para tenaga honorer.
Ia bahkan menyapa langsung beberapa peserta yang mengaku telah menunggu pengangkatan lebih dari dua dekade, memancing gelak tawa sekaligus tepuk tangan haru dari hadirin.
“Ini bukan akhir, tetapi awal perjalanan baru yang membawa amanah besar,” ujar Bupati Egi dengan nada tegas namun hangat.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya membangun birokrasi yang bersih melalui semangat “Betik” (Bebas Transaksi Ilegal dan Korupsi).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



