Air Terjun Maribaya, Oase Sejuk di Lereng Lembang

Air Terjun Maribaya, Oase Sejuk di Lereng Lembang

Air Terjun Maribaya / Foto -- instagram @alamnusantaraindah ------

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Terletak di kawasan pegunungan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Air Terjun Maribaya menjadi salah satu destinasi wisata alam yang tak pernah kehilangan pesona.

Dikelilingi hutan pinus dan udara khas dataran tinggi yang sejuk, kawasan ini kerap dipilih wisatawan sebagai tempat melepas penat dari hiruk-pikuk perkotaan.

Berada dalam wilayah Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Djuanda, Maribaya bukan sekadar satu air terjun, melainkan rangkaian curug yang tersebar di beberapa titik.

Keunikan inilah yang membedakannya dari kebanyakan wisata air terjun lain di Jawa Barat. Aliran air yang jatuh dari tebing-tebing batu membentuk panorama alami yang memikat, sekaligus menghadirkan suasana tenang yang sulit ditemukan di tempat lain.

BACA JUGA:Hadapi Libur Natal dan Tahun Baru, Pemkot Bandar Lampung Tingkatkan Pengawasan di Titik Keramaian

Dua curug yang paling dikenal pengunjung adalah Curug Omas dan Curug Koleang. Keduanya memiliki debit air cukup deras, terutama saat musim hujan, sehingga suara gemuruh air berpadu dengan desir angin pegunungan menciptakan harmoni alam yang menenangkan.

Di sekitar kolam alami, bebatuan besar tersusun alami, menjadi tempat favorit pengunjung untuk duduk bersantai sambil menikmati percikan air yang menyegarkan.

Tak jarang, satwa liar seperti burung-burung hutan terlihat beterbangan di sekitar kawasan curug. Kehadiran mereka menambah kesan alami sekaligus menunjukkan bahwa ekosistem di Maribaya masih terjaga.

Airnya yang jernih dan dingin kerap dimanfaatkan wisatawan untuk berendam atau sekadar membasuh wajah, meski tetap diimbau berhati-hati karena permukaan batu yang licin.

BACA JUGA:Damkarmat Bandar Lampung Perketat Kesiapsiagaan Hadapi Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

Selain dua curug utama, masih terdapat beberapa air terjun kecil lain dengan aliran lebih tenang. Jalur setapak yang menghubungkan setiap titik curug mengajak pengunjung menjelajah lebih jauh ke dalam kawasan hutan.

Setiap langkah menawarkan sudut pandang baru, mulai dari lembah hijau hingga aliran sungai yang berkelok di antara pepohonan.

Namun, untuk mencapai kawasan Air Terjun Maribaya dibutuhkan sedikit perjuangan. Dari gerbang Tahura Ir. H. Djuanda, pengunjung harus berjalan kaki menyusuri jalur hutan sejauh kurang lebih empat kilometer.

Meski cukup menguras tenaga, perjalanan ini justru menjadi bagian dari pengalaman wisata. Sepanjang jalan, suasana rindang dan udara segar menjadi teman setia, membuat rasa lelah perlahan terbayar sebelum tiba di lokasi utama.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: