Polda Lampung Salurkan 2.761 Ton Beras Lewat Gerakan Pangan Murah

Polda Lampung Salurkan 2.761 Ton Beras Lewat Gerakan Pangan Murah

Polri, Bulog, dan Pemda bersinergi menjaga ketahanan pangan lewat program GPM Lampung.--

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Polda Lampung terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga pangan dan daya beli masyarakat melalui Gerakan Pangan Murah (GPM).

Hingga pertengahan Oktober 2025, total beras jenis SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) yang telah disalurkan mencapai lebih dari 2.761 ton, tersebar di seluruh jajaran Polres di Provinsi Lampung.

Program GPM yang digelar secara serentak di berbagai kabupaten dan kota ini menjadi langkah nyata kepolisian dalam membantu masyarakat menghadapi fluktuasi harga beras di pasaran.

Gerakan ini juga menjadi wujud sinergi antara Polda Lampung, pemerintah daerah, dan Bulog untuk memastikan ketersediaan beras dengan harga terjangkau.

BACA JUGA:Papan Bunga Penuhi Kejati Lampung, Desak Penetapan Tersangka Kasus SPAM Pesawaran

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, menjelaskan bahwa seluruh beras yang disalurkan merupakan beras SPHP.

“Program ini kami laksanakan untuk memastikan masyarakat Lampung bisa mendapatkan beras berkualitas dengan harga terjangkau,” ujarnya, Sabtu 18 Oktober 2025.

Menurut Yuyun, pelaksanaan GPM di jajaran Polres mendapat sambutan positif dari warga.

“Pada Jumat, 17 Oktober 2025, jumlah beras SPHP yang disalurkan mencapai hampir 47 ton, sedangkan pada Sabtu, 18 Oktober 2025, diperkirakan bertambah sekitar 23 ton lebih. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, menunjukkan program ini benar-benar dibutuhkan,” katanya.

BACA JUGA:Siswa Bintara SPN Polda Lampung Jalin Silaturahmi ke Kodim 0410/KBL

Ia menambahkan, sejauh ini Polres Lampung Timur menjadi satuan dengan penyaluran tertinggi, disusul oleh Polres Lampung Selatan dan Polres Lampung Tengah.

“Semua satuan bergerak dengan semangat yang sama untuk membantu masyarakat. Kami ingin memastikan setiap daerah di Lampung dapat merasakan manfaat dari gerakan ini,” tutur Yuyun.

Lebih lanjut, Yuyun menjelaskan bahwa GPM tidak hanya menekan harga pangan, tetapi juga berdampak langsung terhadap stabilitas sosial dan keamanan masyarakat.

“Ketersediaan beras dengan harga stabil berpengaruh besar terhadap situasi kamtibmas. Ketika kebutuhan pokok aman, masyarakat pun merasa tenang,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait