Banjir dan Longsor Suoh Rusak 3 Rumah, Masjid serta 50 Ha Sawah

Banjir dan Longsor Suoh Rusak 3 Rumah, Masjid serta 50 Ha Sawah

Sejumlah rumah warga di Suoh rusak akibat diterjang banjir-Foto Dok-

LAMBAR, MEDIALAMPUNG.CO.ID - Banjir disertai longsor melanda Pekon Tugu Ratu, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat, Senin sore (8 September 2025) sekitar pukul 16.30 WIB. 

Hujan deras berjam-jam membuat aliran Way Sekandak meluap dan membawa material kayu serta batu hingga menghantam pemukiman, fasilitas umum, jalan, dan areal pertanian warga.

Data dari Tim BPBD Lampung Barat yang turun ke lokasi pada Selasa (9 September 2025) menyebutkan, bencana tersebut mengakibatkan satu unit rumah di Pemangku Kali Bening Barat tertimbun material longsor. 

Ruas jalan penghubung di wilayah itu juga ikut tertutup timbunan, membuat akses transportasi warga terganggu.

BACA JUGA:Kabel Dua Trafo Listrik di Batu Brak Dicuri, PLN Liwa Minta Polisi Usut Tuntas

Di Pemangku Kali Bening Timur, kerusakan lebih besar terjadi. Satu unit masjid dan dua rumah warga tergerus aliran sungai, sementara sekitar 50 hektare sawah terendam banjir dengan kondisi padi gagal panen.

Kalak BPBD Lampung Barat, Padang Priyo Utomo, mengatakan, pihaknya langsung menurunkan satgas ke lokasi setelah menerima laporan. 


PBD tetapkan status siaga 1 usai banjir longsor terjang Suoh Lampung Barat-Foto Dok-

Penanganan darurat dilakukan bersama aparat kecamatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, peratin, dan warga.

“Material longsor yang menimbun rumah dan menutup jalan sudah mulai dibersihkan dengan peralatan manual. Pemantauan juga terus dilakukan untuk memastikan kondisi tetap aman bagi masyarakat,” kata Padang, Selasa (9 September 2025).

BACA JUGA:Pembersihan Longsor di Labuhan Mandi Berlanjut, Satu Ekskavator Dikerahkan

Ia menegaskan, meski tidak menimbulkan korban jiwa, bencana kali ini menimbulkan kerugian material signifikan karena berdampak pada bangunan rumah, masjid, infrastruktur jalan, hingga lahan pertanian.

“Aliran air sudah mulai normal, tapi dampaknya jelas berat bagi masyarakat. Pemkab Lampung Barat akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan lanjutan, terutama menyangkut lahan pertanian warga yang dipastikan gagal panen,” imbuhnya.

Selanjutnya menyikapi anomali cuaca ekstrem di Lambar Padang Priyo Utomo, telah menginstruksikan seluruh petugas siaga 1 selama tujuh hari kedepan menyusul anomali cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: