PT BSSW Ekspor Perdana 10 Ribu Ton Tapioka ke Taiwan

PT BSSW Ekspor Perdana 10 Ribu Ton Tapioka ke Taiwan

PT BSSW ekspor Tapioka ke Taiwan--

MEDIALAMPUNG.CO.ID — PT Budi Starch & Sweetener Tbk (BSSW), produsen tepung tapioka terkemuka di bawah naungan Sungai Budi Group, memulai tahun ini dengan pencapaian penting. 

Perusahaan resmi melepas ekspor perdana 10 ribu ton tapioka ke Taiwan melalui Pelabuhan Panjang, Minggu 10 Agustus 2025.

Pengiriman yang menggunakan peti kemas ini disaksikan langsung oleh Sucofindo untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga hingga sampai tujuan. 

Pemilihan kontainer dilakukan guna meminimalkan risiko kerusakan selama perjalanan laut.

BACA JUGA:Polisi Tangkap 2 Pelaku Curas yang Menarget Emak-Emak, 2 Lainnya Buron

Direktur BSSW Lampung, Oey Albert, menegaskan bahwa ekspor ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kontribusi terhadap devisa negara.

“Kami berkomitmen terus meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan pasar internasional yang terus berkembang,” ujarnya.

Taiwan dipilih sebagai tujuan awal karena permintaan tapioka di negara tersebut terus meningkat, terutama untuk kebutuhan industri makanan, minuman, dan pakan ternak.

“Kami melihat peluang besar di Taiwan. Ini langkah awal untuk memperkuat posisi kami di pasar Asia Timur,” tambah Albert.

BACA JUGA:Jam Tangan Seiko Astron GPS Solar Dengan Kualitas Tinggi Harga Ramah di Kantong

Ekspor ini sekaligus menunjukkan kesiapan Pelabuhan Panjang sebagai pintu gerbang logistik internasional, dengan dukungan infrastruktur dan fasilitas modern yang memadai.

BSSW optimistis permintaan global terhadap tapioka akan terus tumbuh. 

Selain mendorong pertumbuhan industri pengolahan singkong di dalam negeri, kegiatan ini diharapkan memberi dampak positif pada perekonomian Lampung yang dikenal sebagai salah satu sentra penghasil singkong terbesar di Indonesia.

“Kami akan terus menjaga kualitas tapioka dan memperluas pasar ekspor ke negara-negara lain. Harapannya, ekspor ini juga membantu menjaga stabilitas harga singkong di tingkat petani,” tutup Albert.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: