Menjangkau hingga Desa Terpencil, BRI Salurkan BSU Rp2,25 Triliun ke 3,76 Juta Pekerja
Lewat BRImo & AgenBRILink, BRI permudah akses BSU Rp600.000 untuk pekerja bergaji UMP--
MEDIALAMPUNG.CO.ID — Dalam upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional dan memperkuat daya beli pekerja, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menunjukkan komitmennya dengan menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025.
Program bantuan dari Pemerintah ini tidak hanya menjadi jaring pengaman sosial bagi masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi juga memperkuat posisi BRI sebagai mitra strategis dalam distribusi bantuan berskala nasional.
Pada tahun 2025, BRI berhasil menyalurkan BSU kepada 3,76 juta rekening penerima manfaat, dengan nilai total mencapai Rp2,25 triliun.
Penyaluran dilakukan melalui empat tahap, mengacu pada data dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
BACA JUGA:Penjualan BYD Turun 9,7 Persen pada Juli 2025, PHEV Jadi Biang Kerok
Program ini merupakan bagian dari kebijakan ekonomi Presiden RI Prabowo Subianto untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi global.
“Kami mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada BRI dalam program BSU 2025 ini. Lewat jaringan BRI yang menjangkau hingga pelosok desa serta pemanfaatan layanan digital seperti BRImo dan AgenBRILink, proses penyaluran bisa dilakukan secara transparan, cepat, dan tepat sasaran,” ungkap Riko Tasmaya, Direktur Corporate Banking BRI.
Bantuan ini diberikan sebesar Rp600.000 kepada para pekerja yang memenuhi syarat, yaitu berpenghasilan maksimal Rp3,5 juta per bulan atau sesuai UMP/UMK wilayah masing-masing.
Tak hanya menyasar pekerja formal, sekitar 3,4 juta guru honorer di seluruh Indonesia juga turut menerima manfaat dari program ini. Langkah ini memperkuat misi inklusi keuangan dan pemerataan kesejahteraan secara lebih menyeluruh.
BACA JUGA:Pinjam Modal Usaha Rp10 Juta, Bunga Hanya 3 Persen via KUR Super Mikro BRI
Keberhasilan distribusi BSU oleh BRI tidak hanya dilihat dari jumlah penerima, melainkan juga dari cakupan wilayah dan efisiensi proses pencairan.
Dengan dukungan lebih dari 742 ribu e-Channel dan 1,19 juta AgenBRILink, masyarakat di daerah terpencil pun tetap memiliki akses yang mudah terhadap bantuan ini, bahkan tanpa perlu ke kantor cabang.
Menurut Riko, penugasan ini bukan hanya soal menyalurkan dana, tetapi menjadi bagian dari sistem kepercayaan terhadap infrastruktur BRI yang mampu menjangkau seluruh segmen masyarakat.
Ini juga menegaskan posisi BRI dalam mendukung agenda Pemerintah untuk mempercepat pemulihan ekonomi serta mendorong keadilan sosial melalui jangkauan layanan yang inklusif.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




