Janji Kencan di MiChat Warga Teluk Betung Justru Diperkosa dan Dirampok

Janji Kencan di MiChat Warga Teluk Betung Justru Diperkosa dan Dirampok

Pelaku pemerkosaan dan perampokan dengan modus janji kencan berbayar via aplikasi MiChat--

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Janji-janji manis dari balik layar ponsel sering kali menjebak para pencari harapan ke dalam jurang petaka. 

Kisah pilu ini menimpa seorang perempuan dari Teluk Betung yang menanggapi ajakan kencan via aplikasi MiChat, sebuah tawaran yang berujung pada malam mencekam di perkebunan Pekon Sidoharjo, Pringsewu, Lampung pada Kamis, 24 Juli 2025 dini hari. 

Tragedi yang dialami korban berinisial KUM (28) ini bukanlah sekadar kisah kriminal biasa, melainkan cerminan dari bahaya laten yang mengintai di dunia maya. 

"Pelaku kemudian melakukan kekerasan seksual terhadap korban dan juga merampas telepon genggam miliknya sebelum melarikan diri ke dalam perkebunan," demikian terang Kapolsek Pringsewu Kota Kompol Rohmadi.

BACA JUGA:Kasus Pencabulan Oknum PNS Pringsewu Mandek, Penyidik Polda Lampung Dinilai Lamban

Namun, takdir memiliki jalan tersendiri, motor pelaku yang tertinggal di lokasi menjadi petunjuk vital bagi Unit Reskrim Polsek Pringsewu Kota untuk membongkar misteri ini.

Dalam penelusuran yang tak kenal lelah, tim reskrim berhasil mengungkap identitas pelaku yang ternyata menyamar sebagai "Supriyadi" dan menawarkan kencan berbayar

Identitas pelaku, AC (22), warga Pringsewu Selatan, akhirnya terkuak dan penangkapan dilakukan dengan sigap. 

Berkat kejelian dan kerja keras petugas, pelaku berhasil diciduk di kediamannya sepekan setelah kejadian, tepatnya pada Minggu malam, 03 Agustus 2025. 

BACA JUGA:Waspada Link Palsu Berkedok Pemulihan Akun DANA, Begini Cara Aman Menghindarinya

"Pelaku sudah kami amankan berikut sejumlah barang bukti penting, yakni satu bilah pisau yang digunakan untuk mengancam korban, handphone milik korban, handphone pelaku, serta sepeda motor pelaku yang sempat tertinggal di lokasi kejadian," jelas Kompol Rohmadi.

Kejahatan yang dilakukan AC ternyata bukanlah yang pertama, pelaku diketahui telah mengulangi modus serupa sebanyak tiga kali di lokasi yang sama. 

Seluruh korban adalah perempuan berbeda yang juga dikenalnya melalui aplikasi MiChat, sebuah pola yang menunjukkan adanya niat jahat terencana. 

Saat ini, pemeriksaan intensif masih terus dilakukan untuk mendalami motif dan kemungkinan adanya korban lain yang mungkin belum berani bersuara.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: