Yuni Shara Disorot Lagi Usai Isu KDRT dan Pernyataan Kontroversial Mantan Suami
Yuni Shara kembali jadi sorotan setelah sang mantan suami membantah isu KDRT dan beri ancaman terbuka-Foto Istimewa-
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Yuni Shara, penyanyi legendaris Indonesia yang dikenal lewat lagu-lagu melankolis seperti Mengapa Tiada Maaf, kembali menjadi sorotan media.
Kali ini bukan karena prestasi musiknya, tetapi karena pernyataan mantan suami, Raymond Manthey yang membantah keras tuduhan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang pernah diungkap Yuni.
Raymond Manthey muncul kembali di mata publik melalui unggahan TikTok, di mana Raymond menepis tudingan KDRT tersebut dan mengklaim memiliki "kartu AS" atas masa lalu para artis tambatan hatinya termasuk Yuni.
Ia bahkan mengancam akan membongkar misteri yang selama 32 tahun ditutupi. Pernyataan ini memantik perhatian warganet, menimbulkan pro dan kontra di media sosial.
BACA JUGA:9 Artis Hamil di Luar Nikah, Termasuk Erika Carlina dan Lina Mukherjee
Yuni Shara menikah dengan Raymond pada tahun 1993, saat usianya baru 21 tahun. Pernikahan tersebut hanya bertahan selama empat bulan, namun meninggalkan luka batin yang mendalam.
Dalam sebuah wawancara bersama Deddy Corbuzier pada 2019, Yuni membuka kisah kelam yang pernah dialaminya. Ia mengaku mengalami kekerasan verbal dan fisik hampir setiap hari selama lima bulan pernikahan tersebut.
Setiap kemarahan Raymond berujung pukulan, dan permintaan maafnya disebut oleh Yuni sebagai bentuk kompromi psikologis yang menyakitkan.
Lebih tragis, trauma yang dialami Yuni memengaruhi kehidupan seksualnya. Ia mengakui bahwa dirinya pura-pura menikmati hubungan intim karena kenangan pahit masa lalu, dan tak pernah merasakan orgasme selama hubungannya dengan suami pertama maupun suami kedua.
BACA JUGA:Pantai Widuri: Keindahan Pesisir Utara yang Jadi Primadona Pemalang
Sebagai penyanyi solo, Yuni Shara memiliki karier yang cemerlang sejak awal 1990-an. Ia lahir dengan nama Wahyu Setyaning Budi di Malang pada 3 Juni 1972.
Berani mengejar mimpi sejak muda, Yuni pindah ke Jakarta setelah lulus SMP dan menekuni dunia tarik suara. Pada 1987, ia mengikuti Festival Bintang Radio & Televisi dan meraih juara kedua.
Dua tahun kemudian, ia kembali ke pentas yang sama dan keluar sebagai juara pertama, membuka peluang rekaman profesional.
Debut albumnya Kasmaran dirilis pada 1990, diikuti oleh album-album lainnya seperti Hilang Permataku dan Salah Tingkah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
