Revitalisasi Pasar Kotabumi Tuai Protes, Pedagang Minta Harga Lapak Diturunkan

Revitalisasi Pasar Kotabumi Tuai Protes, Pedagang Minta Harga Lapak Diturunkan

Wakil Bupati Lampung Utara Romli mengklaim bahwa harga lapak telah diturunkan sekitar 15%-Foto Hasan-

LAMPURA, MEDIALAMPUNG.CO.ID – Ratusan pedagang yang tergabung dalam Aliansi Pedagang Pasar Kotabumi (AP2KB) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pemerintah Kabupaten dan DPRD Lampung Utara pada Kamis, 31 Juli 2025.

Aksi tersebut merupakan bentuk protes atas proses revitalisasi Pasar Dekon dan Pasar Pagi Kotabumi yang dinilai tidak berpihak pada nasib pedagang kecil.

Dalam aksi damai yang mendapat pengamanan ketat dari Polres Lampung Utara dan Satpol PP itu, para pedagang menuntut pengembang untuk menyediakan tempat penampungan sementara yang layak selama proses revitalisasi pasar berlangsung.

Menurut mereka, fasilitas yang ada saat ini tidak memadai, baik dari segi ukuran maupun kenyamanan berdagang.

BACA JUGA:Jadi Tuan Rumah AIYEP 2025: Lampung Selatan Menuju Panggung Global

"Kami meminta Bapak Bupati atau Wakil Bupati untuk meninjau langsung kondisi tempat penampungan sementara. Ukurannya kecil dan hanya beralaskan aspal. Apakah ini layak ditempati?" ujar Budi Chartawan, Ketua AP2KB.

Selain soal fasilitas, para pedagang juga menyuarakan keberatan mereka terhadap harga penebusan lapak atau kios yang ditawarkan oleh pengembang. 

Menurut informasi dari lapangan, harga lapak baru mencapai angka puluhan juta rupiah, yang dinilai tidak sesuai dengan kemampuan ekonomi pedagang pasar tradisional.

"Kami hanya pedagang kecil, modal kami saja hanya ratusan ribu. Masa harus menebus lapak sampai Rp60 juta? Itu sangat memberatkan," keluh seorang pedagang sayur.

BACA JUGA:Gubernur Lampung Luncurkan Program MBG : Investasi SDM Menuju Indonesia Emas 2045

Budi Chartawan menambahkan bahwa proses revitalisasi ini terkesan dipaksakan karena tidak diawali dengan dialog atau kesepakatan bersama para pedagang, terutama dari kalangan pedagang kaki lima dan yang berdagang di Pasar Dekon.

"Ada apa sebenarnya dengan revitalisasi ini? Kok terkesan dipaksakan. Apalagi harga penebusan tempat baru kok sangat tinggi," katanya.

Wakil Bupati Lampung Utara, Romli, yang turut hadir menemui para pedagang, menyampaikan bahwa persoalan ini terjadi karena adanya kesalahpahaman informasi. 

Ia mengklaim bahwa harga kios sudah diturunkan sekitar 15 persen dari harga awal.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: