Rindik Bali: Denting Bambu yang Menyatu dengan Budaya

Rindik Bali: Denting Bambu yang Menyatu dengan Budaya

Memahami rindik berarti memahami denyut keindahan budaya Bali yang lembut, konsisten, dan tak lekang oleh waktu. - Foto:Instagram@infokesenianbali--

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Di tengah keanekaragaman budaya Bali, rindik tampil sebagai salah satu instrumen musik tradisional yang memancarkan kesejukan batin. 

Terbuat dari batang bambu yang disusun rapi, rindik bukan hanya sekadar alat musik akan tetapi ia mencerminkan nilai kebersamaan, keharmonisan, dan juga ikatan spiritual yang dalam pada masyarakat Bali.

Awalnya, rindik dikembangkan oleh komunitas petani di Bali sebagai hiburan ketika bekerja di sawah. 

Instrumen ini kemudian melekat dalam ritual adat dan upacara keagamaan, menjadi sarana penyatuan antara aktivitas duniawi dan makna spiritual. 

BACA JUGA:Pizza Roti Tawar: Kreasi Simpel dan Lezat Tanpa Oven, Cocok untuk Bekal Anak!

Filosofi yang mendasari alat ini adalah keselarasan: antara manusia dengan alam, antara bunyi dan hening, antara manusia dengan Tuhannya.

Pembuatan rindik dimulai dari pemilihan bambu yang kondisinya kering, cukup tua, serta memiliki kepadatan yang pas. 

Batang bambu ini kemudian dipotong dalam panjang dan diameter tertentu, disusun secara horizontal dalam sebuah bingkai—sering dari kayu atau bambu—agar bisa menghasilkan deretan nada dari tinggi hingga rendah.

Setiap set rindik biasanya terdiri dari 11–13 batang bambu. Perbedaan panjang dan diameter tabung inilah yang menciptakan variasi nada, menyusun melodi pentatonik khas Bali yang menenangkan. 

BACA JUGA:Tim Reskrim Polsek Katibung Berhasil Ringkus Pelaku Curanmor

Setelah dipotong, bambu dibersihkan, dihaluskan, dan dipasang pada rangka yang berfungsi juga sebagai resonator.

Lebih dari sekadar alat musik, rindik sering dihias dengan ukiran khas Bali yang mencolok. 

Motif ukirannya berupa flora, fauna, bahkan tokoh mitologi seperti Barong serta Rangda yang ditorehkan dengan teliti oleh pengrajin lokal. 

Anyaman bambu pun kerap ditambahkan sebagai aksen dekoratif. Selain memperindah, semua hiasan ini membawa nilai simbolis dan spiritual yang mendalam.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: