Tari Pendet: Simbol Penyambutan dari Pulau Dewata

Tari Pendet: Simbol Penyambutan dari Pulau Dewata

Tari Pendet bukan hanya sebuah pertunjukan tarian biasa melainkan warisan budaya yang merepresentasikan rasa hormat, sukacita, dan spiritualitas masyarakat Bali.-Foto Pesona Indonesia-

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Pulau Bali memiliki daya tarik yang tak pernah habis untuk dibahas. Selain panorama alam yang menawan, pulau ini juga dikenal sebagai pusat kekayaan budaya dan spiritualitas. 

Salah satu ekspresi budaya yang sangat ikonik dari Bali adalah Tari Pendet. Tarian ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga memiliki akar sejarah yang kuat dalam kehidupan religius masyarakat Bali.

Tari Pendet berasal dari kegiatan ritual umat Hindu di pulau Bali. Pada mulanya, tarian tersebut ditampilkan dalam rangkaian upacara di pura sebagai bentuk penghormatan terhadap para dewa dan leluhur. 

Masyarakat Bali percaya bahwa pada saat tertentu, para dewa turun ke bumi, dan kedatangan mereka disambut dengan penuh hormat melalui gerakan tari yang sakral.

BACA JUGA:Sedan Listrik Xpeng P7 Rilis Agustus, Tawarkan Fast Charging 800V

Gerakan pada tarian tersebut mengandung makna penyambutan serta persembahan. Para penari membawa wadah berisi bunga yang nantinya ditaburkan sebagai bentuk penghormatan terhadap kehadiran roh suci.

Tarian ini bukan sekadar simbol keindahan, tetapi juga menjadi media komunikasi spiritual antara manusia dan alam gaib.

Penari Pendet biasanya terdiri dari perempuan yang mengenakan busana adat Bali yang khas. Warna-warna cerah seperti emas dan merah mendominasi, dengan tambahan hiasan bunga di kepala yang tersusun anggun. 

Di tangan mereka tergenggam bokor berisi canang sari, lambang dari doa dan rasa syukur.

BACA JUGA:Skincare Pagi Simpel untuk Remaja: 3 Langkah Cepat Bikin Wajah Fresh ke Sekolah

Gerakan tariannya cenderung halus, lembut, dan mengalir mengikuti irama gamelan. Tatapan mata para penari yang tajam dan juga penuh ekspresi menjadi ciri khas tersendiri. 

Perpaduan antara gerakan, iringan musik, dan ekspresi wajah menciptakan suasana magis yang menyentuh perasaan siapa pun yang menyaksikannya.

Seiring dengan berkembangnya zaman, fungsi Tari Pendet mulai bergeser. Awalnya bersifat religius dan hanya ditampilkan di pura, kemudian dikembangkan menjadi bentuk pertunjukan di luar konteks upacara. 

Versi ini diperkenalkan pada pertengahan abad ke-20 oleh seniman-seniman lokal Bali yang ingin memperkenalkan keindahan budaya mereka kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: