Bedakah, Telaga Elok di Lereng Sindoro Penuh Cerita

Bedakah, Telaga Elok di Lereng Sindoro Penuh Cerita

Bedakah, telaga yang penuh legenda di Wonosobo./ Foto --- instagram @verlywiranagara--

MEDIALAMPUNG.CO.ID – Kabupaten Wonosobo di Jawa Tengah memang tak pernah kehabisan cara memikat hati wisatawan. 

Dikenal dengan kesejukan udaranya dan panorama pegunungan yang memanjakan mata, daerah ini punya banyak destinasi yang tak hanya indah, tapi juga sarat kisah dan legenda. 

Salah satunya adalah Telaga Bedakah, sebuah telaga alami yang memesona di kaki Gunung Sindoro dan Gunung Kembang.

Berjarak sekitar 20 kilometer arah barat daya dari pusat Kota Wonosobo, Telaga Bedakah berada di ketinggian kurang lebih 1.100 meter di atas permukaan laut. 

BACA JUGA:5 Body Scrub Murah di Bawah Rp30.000 yang Efektif Mencerahkan Kulit

Suhu udara yang sejuk, pepohonan rindang, serta gemericik air telaga yang jernih membuat suasana di sini sangat cocok untuk melepas lelah dan menyegarkan pikiran.

Perjalanan menuju telaga ini juga menjadi pengalaman tersendiri. Dari Alun-alun Kota Wonosobo, pengunjung bisa mengambil rute melalui Jalan Jenderal Soedirman, dilanjutkan ke Jalan Brengkok–Banjarnegara dan Jalan Bejiarum, sebelum akhirnya tiba di Jalan Bedakah yang menjadi pintu gerbang menuju telaga. 

Waktu tempuhnya sekitar 30–40 menit dengan pemandangan perkebunan teh dan perbukitan yang indah di sepanjang perjalanan.

Sesampainya di lokasi, wisatawan akan langsung disuguhi pemandangan telaga yang airnya sangat bening hingga ikan-ikan kecil pun tampak jelas berenang di dasarnya. 

BACA JUGA:Aktris Kang Seo Ha Tutup Usia di 31 Tahun Setelah Perjuangan Melawan Kanker

Deretan pohon hijau yang mengelilingi telaga menciptakan suasana teduh, menjadikannya tempat yang pas untuk duduk santai sambil menghirup udara segar.

Di balik pesonanya, Telaga Bedakah menyimpan kisah yang menarik. Menurut cerita setempat, seorang prajurit Pangeran Diponegoro bernama Ki Joko Suro pernah bersembunyi di kawasan Dusun Bedakah untuk menghindari kejaran tentara Belanda. 

Saat kesulitan menemukan air untuk berwudhu, ia menancapkan tongkat saktinya ke tanah, lalu muncullah sumber air jernih yang kemudian membentuk telaga ini. 

Ada pula legenda lain yang mengatakan bahwa Telaga Bedakah dahulu menjadi tempat mandi para dewa, sehingga airnya selalu terjaga kebeningannya hingga kini.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: