Nyaris Seabad, Mimpi Toyota Soal Taksi Terbang Listrik Mulai Terwujud
Taksi listrik terbang Toyota kerja sama dengan Joby Aviation.//Foto:Toyota/Ist.--
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Setelah hampir satu abad menyimpan ambisi untuk menaklukkan langit, Toyota Motor Corporation akhirnya membuat langkah besar dalam mewujudkan mimpi tersebut.
Raksasa otomotif asal Jepang ini baru saja menanamkan investasi sebesar US$ 250 juta (sekitar Rp 4 triliun) ke perusahaan rintisan asal California, Joby Aviation, sebagai bagian dari total pendanaan bersama senilai US$ 500 juta.
Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Toyota dalam menciptakan masa depan mobilitas yang berkelanjutan melalui teknologi eVTOL (electric Vertical Take-Off and Landing)—yakni kendaraan listrik yang mampu lepas landas dan mendarat secara vertikal.
Teknologi ini dinilai sebagai solusi potensial untuk mengatasi kemacetan di kota-kota besar sekaligus mengurangi emisi karbon secara signifikan.
BACA JUGA:Modul Ilegal Tesla Laris, Picu Risiko Besar di Jalanan China
Mimpi Lawas yang Kembali Dikejar
Keinginan Toyota untuk terlibat dalam transportasi udara ternyata bukan hal baru. Mimpi tersebut sudah dicetuskan oleh pendirinya, Sakichi Toyoda, sejak tahun 1925.
Saat itu, Toyoda membayangkan masa depan di mana pesawat bisa melintasi Samudra Pasifik menggunakan tenaga baterai.
Kini, dengan kemajuan pesat di bidang teknologi baterai dan elektrifikasi, visi itu perlahan berubah menjadi kenyataan.
BACA JUGA:BYD Geser Tesla di Australia: Mobil Listrik China Kian Diminati
Performa dan Potensi Joby Aviation
Joby Aviation yang kini menjadi mitra strategis Toyota dalam pengelolaan proyek ini, ternyata sedang mengembangkan armada eVTOL yang diklaim mampu melaju hingga 321 km/jam atau 200 mph dan menempuh jarak sejauh 241 km atau 150 mil hanya dalam satu kali pengisian daya.
Kendaraan ini dirancang hanya untuk membawa empat orang penumpang dan satu pilot serta diproyeksikan akan beroperasi secara komersial dalam layanan taksi udara di kawasan metropolitan seperti New York dan Los Angeles.
Investasi Toyota akan difokuskan pada tiga aspek utama: proses sertifikasi dari badan penerbangan AS (FAA), pembangunan fasilitas produksi, serta skema produksi massal kendaraan eVTOL tersebut. Ternyata Toyota sendiri sangat berperan dalam berbagi keahlian manufaktur dan sistem kontrol kualitas otomotif yang sudah di kembangkannya selama puluhan tahun.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




