Infrastruktur Ujian Disiplin Fiskal & Keberpihakan
foto dok--
Medialampung.co.id - Satu tahun kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela menjadi momentum evaluasi serius bagi arah pembangunan Lampung. Ketua Fraksi PDI Perjuangan yang juga Anggota Komisi IV DPRD Lampung, Lesty Putri Utami, menegaskan bahwa sektor infrastruktur adalah cermin paling nyata untuk menguji janji politik sekaligus disiplin fiskal pemerintah daerah.
“Pembangunan bukan soal seberapa banyak proyek dimulai, tetapi seberapa dalam dampaknya terasa. Infrastruktur hari ini menjadi arena paling terang untuk menilai keseriusan pemerintah, apakah anggaran dikelola dengan disiplin dan berpihak pada rakyat, atau sekadar mengejar target angka,” tegas Lesty, kemarin.
Menurutnya, tahun pertama Mirza–Jihan adalah fase krusial dalam meletakkan fondasi. Target 85 persen jalan mantap bukan sekadar angka ambisius, melainkan ukuran konkret keberhasilan pemerintah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
Data terakhir menunjukkan capaian jalan mantap berada di angka 78,80 persen. Dengan dukungan pinjaman daerah sebesar Rp1 triliun dari Bank BJB, pemerintah menargetkan kenaikan sekitar 4 persen. Namun Lesty mengingatkan, kualitas harus menjadi prioritas utama.
“Infrastruktur tidak boleh dikerjakan dengan logika jangka pendek. Setiap rupiah dalam APBD adalah uang rakyat dan harus kembali kepada rakyat dalam bentuk manfaat jangka panjang,” ujarnya.
Ia menegaskan, pinjaman Rp1 triliun tersebut harus dihitung cermat agar tidak menjadi tekanan fiskal di masa depan.
“Jangan sampai pinjaman Rp1 triliun itu justru menjadi beban keuangan daerah. Ia harus benar-benar melahirkan proyek yang nyata manfaatnya untuk masyarakat, bukan sekadar proyek yang gagal atau tidak berdampak signifikan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
